Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi
Mahasiswa di Era Digital Bisnis
Menurut Wikipedia, mahasiswa
adalah sebutan bagi orang yang sedang
menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademi, dan yang
paling umum adalah universitas. Menjadi seorang mahasiswa merupakan privilege tersendiri yang tidak bisa
didapatkan semua orang. Dilansir dari Kompas.com, Ma’ruf Amin, Wapres
menyebutkan, data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNASBPS) Februari 2020
menunjukkan dari 13.791 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, hanya
14,2 juta atau 10,3% yang mengenyam pendidikan tinggi. Angka tersebut
menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan
tinggi masih sangat minim. Sedangkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045,
mahasiswa lah yang paling diharapkan untuk menjadi agen perubahan atas isu-isu
yang akan berkembang di masyarakat digital.
Era digital ini tidak dapat dipisahkan dari era yang berubah,
karena menurut Hussey (2000: 6) Ada 6 faktor yang menjadi konduktor perubahan,
yaitu.
1.Perubahan teknologi
terus meningkat sebagai hasil dari teknologi yang berkembang. Perubahan,
bahkan depresiasi teknologi meningkat. Perkembangan baru ini menyebabkan
perubahan dalam keterampilan, pekerjaan, struktur, dan seringkali budaya. Oleh
karena itu, sumber daya manusia harus selalu mengikuti perkembangan teknologi
sehingga mereka tidak tertinggal.
2. Persaingan makin
intens dan menjadi lebih global di dunia persaingan yang terbuka dan tajam dengan cakupan negara di seluruh negeri.
3. Pelanggan makin
meningkatkan permintaan dalam kasus ini. Pelanggan tidak ingin menerima layanan
yang buruk atau berkualitas rendah.
4.Profil demografis
negara telah mengubah perkembangan dunia. Demografis akan sangat memengaruhi model
kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dunia bisnis harus dapat menangkap tren
ini.
5. Privatisasi
masyarakat yang dimiliki oleh publik berlanjut. Privatisasi bisnis meningkat
ketika monopoli yang dimiliki oleh sekelompok komunitas tertentu hilang.
6. Pemegang saham
membutuhkan nilai lebih besar akibat peningkatan pasar uang atas permintaan
terhadap kinerja perusahaan menciptakan tekanan pada peningkatan
langsung pada pertumbuhan modal dan keuntungan bisnis. (Maryati, W. &
Masriani, I. 2019).
Dalam era digital juga, internet
telah mempermudah akses informasi dan memperluas jejaring sosial dan kolaborasi.
Kawasan ekonomi baru dibentuk oleh toko digital (online shop) bahkan mata uang
digital (e-money). Ide-ide baru mudah
dihasilkan dan pasar baru dapat diciptakan. Ini adalah era kewirausahaan dan
kemandirian ekonomi (Husna, Alfitria. 2021). Kemajuan teknologi juga membuka perusahaan-perusahaan
berbasis internet (start up) yang dapat
membangun perekonomian Indonesia dan memperluas lapangan pekerjaan. Akibat
perubahan-perubahan tersebut, akan diperlukan banyak kreativitas dan inovasi
dalam menghadapi era digital bisnis. Kreativitas dan inovasi tersebut tentunya
berasal dari sumber daya manusia berkualitas yang siap dalam membangun
bangsanya sendiri. Pendidikan merupakan kunci utama dalam memajukan sumber daya
manusia pembangun bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai pilar generasi
muda, orang terpilih yang dapat menempuh pendidikan tinggi di Indonesia, harus
mempunyai kompetensi dan berjiwa wirausaha tinggi agar bisa memunculkan kreativitas
dan inovasi dalam menghadapi era digital bisnis.
Dalam melahirkan kreativitas dan inovasi, mahasiswa harus
mampu untuk mengembangkan potensi dalam dirinya sendiri. Perubahan pertama
dapat dilakukan dengan mengubah mindset atau
pola pikir menjadi lebih kreatif yang dapat ditemukan dengan mencari lebih
banyak ilmu. Di zaman digital, tentunya ilmu lebih mudah untuk digali,
contohnya melalui aplikasi-aplikasi digital, webinar, kursus online, dan lain-lain agar dapat
mengembangkan pola pikir kreatif yang nantinya memunculkan inovasi-inovasi baru.
Inovasi dan kreativitas tersebut juga dapat dikembangkan di berbagai media
komunikasi, seperti Youtube, Instagram,
dan sebagainya, yaitu dengan menciptakan konten-konten berkualitas agar
mahasiswa tidak hanya berpacu pada teori perkuliahan. Sebagai generasi milenial, mahasiswa harus menemukan solusi-solusi kreatif atas permasalahan yang
ada di masyarakat. Solusi kreatif tersebut juga dapat dicari dengan menyerap informasi
dan memanfaatkan sepenuhnya teknologi, contohnya yaitu dapat memanfaatkan berwirausaha
di dalam online market place, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan
lain-lain. Dengan begitu banyaknya peluang-peluang dan teknologi yang dapat
dimanfaatkan, solusinya adalah dengan memulai perubahan-perubahan kecil dalam
diri mahasiswa untuk dapat membuat pengaruh besar bagi lingkungannya
masing-masing.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonymous. (n.d). https://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa. Diakses
9 September 2021.
Purnamasari, D. M. (2020). https://nasional.kompas.com/read/2020/09/07/10100901/wapres-penduduk-indonesia-lanjutkan-pendidikan-tinggi-masih-terbatas.
Diakses 9 September 2021.
Husna, A. (2021). https://www.researchgate.net/publication/348555725_Dari_Mahasiswa_untuk_Indonesia_Kewirausahaan_dan_Inovasi_di_Era_Digital/link/6003fa5a45851553a04c7052/download.
Diakses 9 September 2021.
Maryati,
W. & Masriani, I. (2019). http://mebis.upnjatim.ac.id/index.php/mebis/article/view/62/49.
Diakses 10 september 2021.

Komentar
Posting Komentar